Banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara sejak Selasa, 25 November 2025 telah melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan telah mengancurkan ribuan rumah, merusak kawasan pemukiman, jalan antar provinsi dan kecamatan, memutus sejumlah jembatan, dan menelan korban jiwa.
Redaksi Hutafiles.org menghimpun informasi terkini seputar peristiwa bencana tersebut berdasarkan update terbaru.
Rabu, 3 Desember 2025
Korban tewas akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, Indonesia (Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh) telah mencapai 753 orang, dengan 650 orang hilang, 2.600 orang luka-luka, dan 576.300 orang mengungsi.
Bencana tersebut menghancurkan banyak infrastruktur seperti jembatan dan jalan, sehingga akses ke wilayah terdampak terbatas dan pengiriman bantuan menjadi lebih sulit dan lama.
Di Tapanuli Tengah, salah satu wilayah terdampak terparah di Sumatera Utara, banyak korban terjebak di wilayah bencana tanpa makanan dan bantuan medis. Banyak dari mereka masih mencari keluarga mereka yang hilang.
Faktor lainnya adalah upaya penyaluran bantuan kepada para korban menjadi sangat sulit karena masalah transportasi dan kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Kamis, 27 November 2025: Empat Orang Meninggal di Tapteng
Banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah melanda 11 kecamatan, mencakup 15 kelurahan dan 8 desa, yakni Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, Pinangsori, Sibangun, dan Tapian Nauli.
Kawasan-kawasan tersebut mencakup Kelurahan Lubuk Tukko, Sibuluan Nauli, Sibuluan Raya, Pasar Baru, Sibuluan Nalambok, Pondok Batu, Pasir Bidang, Sarud, Lopian, Hutabalang, Pasar Terandam, Padang Masiang, Kolang Nauli, dan sejumlah desa seperti Aek Horsik, Sijago-jago, Gunung Kelambu, Lumut, Lumut Maju, Lumut Nauli, hingga Parjalihotan Baru.
BNPB mencatat 4 jiwa meninggal dunia, dan berdampak pada 1.902 kepala keluarga, dengan distribusi terdampak terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 KK, disusul Kecamatan Sarudik 338 KK, Pandan 150 KK, Lumut 78 KK, Barus 65 KK, dan Tukka 10 KK.
Banjir juga merusak 1.902, 1 tempat ibadah dan 4 sekolah, dan beberapa sarana infrastruktur yang menghambat mobilitas warga dan aktivitas masyarakat.
Kamis, 27 November 2025: Lima Orang Meninggal di Humbahas
Berdasarkan laporan BNPB, Kamis, 27 November 2025, lima orang ditemukan meninggal akibat terseret banjir bandang di Humbang Hasundutan, empat orang lainnya masih dalam pencarian, tujuh orang luka berat dan dua luka ringan.
Banjir bandang terjadi di Kelurahan Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Sementara, bencana tanah longsor terjadi di Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul, Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampoerna dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang, Desa Aek Simpang di Kecamatan Pakkat dan Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.
Bencana tanah longsor menyebabkan dua orang luka berat dan menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul. Akibat longsor, sedikitnya sebelas akses jalan terputus dan sejumlah saluran, jembatan dan tembok penahan jalan rusak. Lahan pertanian masyarakat juga ikut rusak.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat enam rumah rusak berat, satu tempat ibadah rusak ringan, dan satu akses jalan tertutup akibat tertimbun longsor banjir bandang.
Kamis, 27 November 2025: Korban Meninggal 34 Orang
Info terbaru dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara, jumlah korban bencana banjir dan longsor hingga 27 November 2025 mencapai 174. Detik Sumut melaporkan, sebanyak 34 orang meninggal dunia dan 52 dalam proses pencarian, 88 orang luka-luka dan 1.168 mengungsi.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan Polda Sumut mengerahkan 1.30 personel gabungan, termasuk personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk langkah penanganan dan evakuasi korban di wilayah bencana.
Berdasarkan penghimpunan informasi pada Rabu, 26 November 2025, bencana terjadi di 12 kabupaten dan kota di Sumatera Utara dengan peristiwa bencana banjir, longsor, angin puting beliung dan pohon tumbang.
Kamis, 27 November 2025: Sejumlah Kawasan di Kota Medan Dilanda Banjir
Setelah diguyur hujan selama empat hari, sejumlah kawasan di Kota Medan dilanda banjir dan melumpuhkan akses transportasi, antara lain di kawasan Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ngumban Surbakti, Medan Marelan, Martubung, Amplas, Kampung Aur.
Akibat akses jalan yang lumpuh karena banjir, sejumlah aktivitas di sekolah terhambat. Banyak pelajar yang tidak pergi ke sekolah dan sebagian sekolah sepi aktivitas karena murid tidak dapat menempuh perjalanan ke sekolah.
Rabu, 26 November 2025: WALHI Sumut Sebut Deforestasi Picu Bencana
Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumut menduga bahwa banjir dan longsor di wilayah Tapanuli dan sekitarnya tidak lepas dari aktivitas pembukaan kawasan hutan.
Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Jaka Kelana Damanik, mengungkapkan hal itu karena pada saat banjir terjadi banyak kayu gelondongan yang terbawa arus sungai. Hal itu menunjukkan bahwa hutan di hulu kawasan hutan sudah gundul akibat perambahan hutan secara masif.
Salah satu lokasi banjir dan longsor terparah terjadi di Batang Toru, di mana sungai Batang Toru meluap hingga pemukiman dan kawasan pertanian masyarakat.
Menurut WALHI, deforestasi di kawasan hutan Batang Toru terus terjadi dan sulit dihentikan karena pemerintah memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengubah ekosistem.
Di wilayah Tapanuli Selatan itu terdapat sejumlah proyek besar yang diduga pemicu deforestasi, yakni PLTA Batang Toru yang dikembangkan oleh PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) dan Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe.
Selain kedua perusahaan itu, juga beroperasi sejumlah perusahaan di wilayah Tapanuli Raya:
- PT. Panei Lika Sejahtera
- PT. Teluk Nauli
- PT. Multi Sibolga Timber
- PT. Anugerah Rimba Makmur
- PT. Hutan Barumun Perkasa
- PT. Sumatera Riang Lestari
- PT. Toba Pulp Lestari (TPL)
- PT. Panei Lika Sejahtera (PLS)
- PT. Sinar Belantara Indah
- PT. Mujur Timber
- PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti)
Rabu, 26 November 2025: Banjir dan Longsor Terjadi di Sembilan Kabupaten
Berdasarkan laporan sejumlah media mengutip dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, banjir dan longsor terjadi di sepuluh wilayah Sumatera Utara, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Padang Sidimpuan, Mandailing Natal, Deli Serdang, Langkat, Pakpak Bharat dan Kota Medan.
Sedikitnya sebanyak 2.852 orang di empat kabupaten di Sumatera Utara mengungsi, 19 orang korban meninggal, dan 50 orang terjebak di dalam kawasan hutan di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.
Akses komunikasi seluler dan internet terputus sehingga memutus jaringan telekomunikasi. Sejumlah keluarga kesulitan menghubungi keluarga yang berada di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Masih menurut BNPB, seperti dilaporkan BBC Indonesia, tingginya curah hujan disebabkan Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.